Selasa, 07 Juni 2011

Cara Perawatan Kaktus

Merawat kaktus itu susah-susah gampang. Ada banyak tips dan trik agar tanaman ini dapat tumbuh dengan indah dan cantik. Lantas, bagaimana perawatan agar koleksi kaktus anda dapat tumbuh dengan sehat? Berikut ini adalah tips yang dapat anda lakukan, diantaranya :
  1. Pertama, batasi kebutuhan sinar matahari. Kaktus merupakan tanaman yang berasal dari daerah yang panas dimana intensitas sinar mataharinya berkisar 70% selama 6 - 8 jam/hari. Walaupun begitu, ternyata kaktus pun menyukai lokasi yang teduh. Ini berarti bahwa kebutuhan sinar mtahari tidak harus dilakukan sepanjang hari. Saat ini, kebanyakan kaktus dipelihara di rumah kaca atau di halaman rumah yang ada atapnya. Selain berfungsi untuk menahan intensitas sinar matahari, rumah kaca juga dapat digunakan untuk menahan air hujan sehingga mencegah melimpahnya air di pot.
  2. Kedua, pilihlah media tanam yang tepat. Kaktus menyukai media kering dan tidak mengikat air terlalu lama. Apabila drainase buruk, maka tanaman akan terserang penyakit busuk di akar. Cara pencegahannya adalah dengan mensterilkan media yang digunakan. Gunakanlah pot berlubang agar air dapat meresap dengan baik sehingga media tidak becek. Terakhir, media yang sudah padat segera diganti dengan media yang baru.
  3. Ketiga, dosis pupuk dalam jumlah yang memadai. Seperti halnya tanaman lain, kaktus juga memerlukan unsur hara untuk tumbuh. Oleh karena itu, perlu ditambahkan pupuk secara rutin. Pastikan pemberian pupuk sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan. Pemupukan yang terlalu banyak dapat menyebabkan pertumbuhan terganggu, tetapi jika terlalu sedikit maka kondisi tanaman pun akan menjadi kurang baik.
  4. Keempat, buatlah jadwal penyiraman. Meskipun kaktus tidak suka media yang basah namun bukan berarti tidak membutuhkan air. Penyiraman harus disesuaikan dengan sifat dari tanaman kaktus itu sendiri. Penyiraman yang terlalu berlebihan dapat mengakibatkan busuk pada bagian akar, dan sebaliknya kurangnya penyiraman menyebabkan tanaman akan mengalami dehidrasi yang ditandai dengan batang mengerut dan kerdil. Jika hal itu terjadi dan terus dibiarkan maka lambat laun tanaman pun akan mati. Oleh karena itu, penyiraman harus teratur sesuai kebutuhan, misalnya seminggu sekali. Penyiraman dianggap cukup jika air sudah keluar dari lubang bawah pot. Gunakanlah sprayer untuk menyiram agar air yang keluar lebih halus dan tidak merusak tanaman.
  5. Kelima, menjaga sanitasi lingkungan agar tetap bersih. Kebersihan di sekitar pertanaman harus terus dijaga untuk mencegah munculnya serangan hama dan penyakit. Misalnya, mencabut rumput dalam pot. Jika tidak dibersihkan maka gulma akan tumbuh subur dan akan menjadi pesaing kaktus dalam memperoleh nutrisi. Selain itu, gulma juga dapat berpotensi menjadi faktor penyakit.
  6. Keenam, lakukanlah penyemprotan insektisida secara rutin. Munculnya hama dan penyakit dapat dicegah dengan menyemprotan pestisida secara berkala. Beragam pestisida dijual di toko pertanian. Sebelum digunakan, perhatikanlah dosis penggunaan yang tertera pada tabel kemasan. Apabila ditemukan gejala serangan hama dan penyakit, maka interval penyemprotan insektisida diperpendek. Lakukanlah penyemprotan pada pagi atau sore hari agar obat dapat terserap secara sempurna. Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, ganti media lama dengan media yang baru. Dan akan lebih baik lgi bila sebelum ditanam kembali, akar dibersihkan dan disemprot dengan fungisida.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar